Lompat ke isi utama

Berita

Bersama Wujudkan Zona Aman, Bawaslu Gresik Ikuti Penguatan PPKS Bawaslu se-Jawa Timur

Zoom Bawaslu Jatim

Bawaslu Kabupaten Gresik meneguhkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Diskusi Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan bertema “Bawaslu Zona Nol Kekerasan Seksual: Kenali, Cegah, dan Laporkan” tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.

Diskusi ini diikuti oleh seluruh Pokja PPKS Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, termasuk Bawaslu Kabupaten Gresik. Tercatat sebanyak 39 Pokja PPKS hadir, terdiri dari 38 perwakilan Kabupaten/Kota dan satu Pokja tingkat Provinsi. Kehadiran seluruh peserta menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Bawaslu.

Kegiatan dibuka oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Eka Rahmawati. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema “Zona Nol” merupakan bentuk komitmen tanpa toleransi terhadap segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan kerja Bawaslu. Menurutnya, kekerasan seksual dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga kesiapan lembaga dalam melakukan pencegahan dan penanganan menjadi hal yang sangat penting.

Eka juga menyampaikan bahwa penguatan kapasitas Pokja PPKS akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan lanjutan. Seluruh Pokja PPKS di Kabupaten/Kota diharapkan mampu merespons setiap aduan secara cepat dan tepat tanpa harus menunggu arahan dari tingkat provinsi. Penguatan tersebut nantinya meliputi pembekalan paralegal, teknik investigasi, hingga pendampingan konseling bagi korban.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tugas Pokja PPKS bukan sekadar menjalankan regulasi, melainkan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan perlindungan, pemulihan trauma, dan rasa aman bagi korban. Melalui Pokja PPKS, Bawaslu berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan suportif bagi seluruh pegawai.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Puspita Ratna Yanti selaku Konsultan Gender. Dalam materinya, ia menjelaskan strategi dan langkah penanganan yang tepat bagi anggota Pokja PPKS dalam mengenali serta menangani potensi kekerasan seksual di lingkungan kerja masing-masing.