Dorong Transparansi dan Akuntabilitas, Bawaslu Jatim Minta Buka BNBA Hasil Pemutakhiran Data Pemilih
|
Gresik, 2 Juli 2026 – Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Eka Rahmawati, menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Gresik, Kamis (2/7/2026).
Rapat dihadiri Anggota KPU Provinsi Jawa Timur, Eka Wisnu Wardhana, jajaran KPU Kabupaten Gresik, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Gresik, Habibur Rohman, serta stakeholder terkait.
Dalam arahannya, Eka Wisnu Wardhana mengapresiasi KPU Kabupaten Gresik yang tetap melaksanakan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan meski di luar tahapan pemilu. Ia menegaskan bahwa kualitas administrasi harus menjadi perhatian, setiap saran perbaikan dari Bawaslu perlu ditindaklanjuti, serta koordinasi dengan seluruh instansi harus terus diperkuat untuk menjaga akurasi data pemilih.
Sementara itu, Eka Rahmawati menegaskan bahwa data pemilih merupakan bagian dari pemenuhan hak konstitusional warga negara sehingga kualitas dan keakuratannya harus terus dijaga. Menurutnya, Bawaslu hadir untuk memastikan proses pemutakhiran data pemilih tidak sekadar menjadi rutinitas triwulanan, tetapi benar-benar menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk mendukung pengawasan yang lebih optimal, Bawaslu mendorong KPU memberikan akses data by name by address (BNBA) kepada Bawaslu. Akses tersebut dinilai penting agar proses uji petik dan pencermatan data pemilih dapat dilakukan lebih efektif, sekaligus memastikan tidak ada data yang terlewat dalam proses pemutakhiran.
Selain itu, Bawaslu meminta agar seluruh masukan dari instansi terkait dicantumkan dalam berita acara rapat pleno dan hasil penetapan disampaikan kepada Bawaslu sebagai bagian dari tindak lanjut pengawasan.
Rapat pleno kemudian dilanjutkan dengan pembacaan hasil Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan II Tahun 2026 sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkualitas menuju Pemilu 2029.