Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Gresik Kawal Validitas Data Pemilih, Perkuat Sinergi Menuju Pemilu 2029 Berkualitas

Rapat Koordinasi di KPU Gresik

GRESIK – Bawaslu Kabupaten Gresik menghadiri Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Semester I Tahun 2026 yang digelar KPU Kabupaten Gresik di Kantor KPU Gresik, Selasa (9/6/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan Bawaslu Gresik, Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik, Kesbangpol, Dispendukcapil, Rutan Kelas IIB Gresik, Kementerian Agama, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Ketua KPU Gresik, Akhmad Taufik, menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali menjadi langkah penting untuk memastikan data pemilih tetap valid dan akurat sebagai dasar penyelenggaraan Pemilu 2029.

“Data yang diinput harus benar-benar valid. Kami berharap ada timbal balik dari seluruh Instansi tekait karena data pemilih menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas Pemilu 2029. KPU tidak bisa bekerja sendiri, sehingga koordinasi dan kolaborasi harus terus diperkuat,” ujar Taufik.

Dalam rapat tersebut, Anggota KPU Gresik, Zuhri Firdaus, memaparkan perkembangan data pemilih yang bersifat dinamis. Berdasarkan rekapitulasi sementara, jumlah pemilih di Kabupaten Gresik mengalami perubahan dari 999.947 pemilih pada Semester II Tahun 2025 menjadi 1.006.132 pemilih pada Semester I Tahun 2026 dan masih akan diperbarui pada rekapitulasi awal Juli mendatang.

Menanggapi proses pemutakhiran data, Kepala Subbagian Pengawasan dan Humas Bawaslu Gresik, Ahmad Faisal, menyampaikan bahwa Bawaslu terus melakukan pengawasan melalui uji petik data pemilih di seluruh kecamatan. Selama April hingga Juni 2026, Bawaslu melakukan uji petik sebanyak 10 hingga 15 data setiap bulan di setiap kecamatan serta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan KPU dan Instansi terkait untuk memastikan data yang ditemukan dalam pengawasan dapat segera ditindaklanjuti. Jika bukti pendukung sudah lengkap, kami berharap dapat segera diproses sesuai ketentuan,” ujar Faisal.

Sejumlah instansi turut memberikan masukan dalam rapat tersebut. Dispendukcapil menegaskan pentingnya sinkronisasi data kependudukan, Rutan Kelas IIB Gresik melaporkan perkembangan data warga binaan, Kementerian Agama menyampaikan data pernikahan di bawah umur, sementara Dinas Pendidikan menyatakan kesiapan mendukung sosialisasi cek DPT online kepada pemilih pemula.

Melalui rapat koordinasi ini, KPU dan seluruh stakeholder berkomitmen memperkuat sinergi dalam menjaga kualitas data pemilih agar penyelenggaraan Pemilu 2029 dapat berlangsung lebih akurat, tertib, dan demokratis.