Bawaslu Campus Connect: Bawaslu Dorong Kampus Jadi Laboratorium Demokrasi Digital
|
Bawaslu Kabupaten Gresik turut mengikuti kegiatan Bawaslu Campus Connect bertajuk “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” yang digelar di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu Republik Indonesia tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan demokrasi di tengah perkembangan teknologi dan ruang digital.
Anggota Bawaslu RI, Puadi, menyampaikan bahwa Bawaslu Campus Connect tidak sekadar menjadi forum sosialisasi. Menurutnya, perguruan tinggi dapat mengambil peran lebih luas melalui riset kepemiluan, kajian kebijakan, pemetaan risiko, pengembangan teknologi pengawasan, fact-checking, literasi digital, hingga penguatan pengawasan partisipatif.
“Bawaslu ingin kampus tidak hanya menjadi tempat Bawaslu menyampaikan informasi. Bawaslu ingin kampus menjadi laboratorium demokrasi,” ujar Puadi.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah karakter ruang publik demokrasi. Jika sebelumnya informasi banyak dibentuk oleh media konvensional, kini masyarakat berhadapan dengan ruang digital yang bergerak cepat, luas, terfragmentasi, dan dinamis.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi. Informasi yang benar belum tentu menjadi informasi yang paling banyak dilihat atau dibagikan.
Karena itu, Puadi mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga memiliki sikap kritis dengan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
“Mahasiswa harus selalu mempertanyakan validitas, motif, dan bukti di balik setiap informasi yang beredar,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi penting dalam membangun ekosistem demokrasi yang berbasis pengetahuan. Kampus diharapkan dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menghasilkan kajian dan inovasi yang mendukung pengawasan pemilu dan pemilihan.
“Demokrasi yang sehat tidak cukup hanya ditopang oleh regulasi dan institusi. Demokrasi membutuhkan pengetahuan, nalar kritis, kebebasan akademik, partisipasi warga negara, serta kemampuan masyarakat untuk membedakan antara fakta dan manipulasi,” pungkas Puadi.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu RI dan Universitas Airlangga dalam rangka memperkuat kerja sama pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Bawaslu Gresik memandang kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan perguruan tinggi sebagai langkah penting untuk memperkuat literasi demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menghadirkan pengawasan pemilu yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.