Tahun 2026, Meski Minim Anggaran Bawaslu Gresik Gaspol Mengawal Demokrasi
|
Memasuki awal tahun 2026, Bawaslu Gresik menegaskan komitmennya untuk terus mengawal demokrasi yang berintegritas, meskipun dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran. Penegasan tersebut disampaikan dalam apel Senin yang digelar di halaman Kantor Bawaslu Gresik, Senin (5/1/2026).
Apel dipimpin oleh Andhika Wijaya selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekretariat Bawaslu Gresik, dan diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat.
Dalam arahannya, Andhika Wijaya menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh melemahkan semangat dan peran Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, penguatan kelembagaan yang telah dijalankan sepanjang 2025 akan terus dilanjutkan sebagai fondasi utama pengawasan pemilu dan pemilihan yang jujur, adil, dan berintegritas.
“Efisiensi anggaran bukan alasan untuk menurunkan kualitas pengawasan. Justru ini menjadi momentum untuk memperkuat internal, memperbaiki tata kelola, dan memastikan demokrasi tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dinamika demokrasi pasca-Pemilu dan Pilkada sebelumnya menuntut Bawaslu untuk semakin adaptif dan profesional. Oleh karena itu, evaluasi dan pembenahan internal menjadi langkah strategis guna memastikan fungsi pengawasan tetap efektif dalam menghadapi berbagai potensi pelanggaran demokrasi.
Lebih lanjut, Andhika mengajak seluruh jajaran sekretariat untuk menjaga integritas, soliditas, dan komitmen bersama dalam menjalankan tugas pengawasan. Penguatan sumber daya manusia dan budaya kerja yang akuntabel dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap demokrasi.
Melalui apel Senin ini, Bawaslu Gresik menegaskan perannya sebagai garda terdepan pengawal demokrasi di tingkat daerah, dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan integritas, meski di tengah keterbatasan anggaran.