Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Gresik Terima Tiga Buku Literasi dari Bawaslu Jatim

Bawaslu Gresik terima tiga buku literasi dari Bawaslu Jatim

Dalam rangka memperkuat literasi politik di tingkat daerah, Bawaslu Kabupaten Gresik menerima tiga buku dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Ketiga buku tersebut masing-masing berjudul Merawat Daulat Rakyat (Digitalisasi Pengawasan sebagai Ikhtiar Membangun Literasi Politik), Mengawasi Demokrasi, dan Bawaslu Mengawasi.

Penyerahan buku dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Jawa Timur, A. Warits. Dalam keterangannya, Warits menyampaikan bahwa buku-buku ini merupakan bentuk dokumentasi pengalaman nyata pengawasan Pemilu dan Pilkada 2024 yang disusun dalam bentuk narasi reflektif dan edukatif.

“Buku yang diberikan itu merupakan pengalaman langsung mengawasi Pemilu dan Pilkada 2024. Jadi setiap catatan peristiwa dalam buku tersebut mengungkap sisi-sisi yang belum banyak diketahui oleh publik,” ujar Warits.

Ia menambahkan bahwa pemberian buku ini menjadi langkah konkret dalam memaksimalkan literasi politik di berbagai daerah. Apalagi, menurutnya, Bawaslu kabupaten/kota memiliki jaringan yang luas dan potensial.

“Setiap Bawaslu di daerah atau kabupaten/kota itu ada yang MoU dengan kampus, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan. Jadi dengan jaringan yang banyak itu, harapannya bisa menularkan dan meningkatkan literasi politik ke berbagai organisasi, lembaga dan komunitas,” jelasnya.

Warits juga berharap buku-buku tersebut tak hanya menjadi koleksi, tetapi dimanfaatkan sebagai bahan kajian dan diskusi di lingkungan Bawaslu Gresik.

“Semakin banyak yang melakukan kajian tentang demokrasi maka akan semakin baik. Buku yang diberikan kepada kabupaten/kota harus dikritik untuk menghasilkan suatu rekomendasi yang lebih baik lagi. Minimal dibaca dan dijadikan salah satu referensi buku di Pojok Pengawasan,” pungkasnya.

Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Jatim dalam menumbuhkan budaya intelektual dan memperluas pemahaman publik terhadap kerja-kerja pengawasan pemilu yang kerap luput dari perhatian masyarakat.