Anggota Bawaslu Gresik, Habibur Rohman : Humas Adalah Wajah Bawaslu, Bukan Sekedar Pelengkap
|
Anggota Bawaslu Kabupaten Gresik, Habibur Rohman, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan “Cangkrukan Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (17/Juni/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 38 Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur dan menjadi ajang diskusi strategis dalam penguatan Divisi Humas dan Datin.
Dalam kesempatan tersebut, Habibur Rohman menyampaikan materi bertajuk “Apa Humas Bawaslu Masih Penting?” Ia menegaskan bahwa kehumasan masih memegang peran yang sangat vital dalam membangun citra dan kepercayaan publik terhadap Bawaslu.
“Humas adalah wajah lembaga, cover organisasi yang menentukan bagaimana publik memandang Bawaslu. Saat ini, Bawaslu berada di peringkat kedua citra lembaga negara di Indonesia. Ini bukan pencapaian yang datang begitu saja, tapi hasil dari kerja keras seluruh jajaran, termasuk peran humas di dalamnya,” ungkapnya.
Habib juga memaparkan beberapa faktor pendukung dan penghambat kehumasan di lingkungan Bawaslu. Menurutnya, faktor pendukung antara lain adalah organisasi hirarkis, tersedianya seperangkat aturan kehumasan, adanya SDM kehumasan, serta perangkat kehumasan. Sementara itu, penghambat kehumasan berasal dari keterbatasan anggaran, kualifikasi SDM rendah, minimnya sarana prasarana, lemahnya perencanaan kehumasan, kurang mendapatkan dukungan dari jajaran internal, komunikasi yang kurang efektif, kurang responsive terhadap isu isu negative, hingga kurangnya inovasi kehumasan.
Di akhir pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun kehumasan Bawaslu yang adaptif dan kolaboratif.
“Kehumasan Bawaslu harus dibangun dengan pendekatan yang strategis, berbasis data, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Humas bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga menjadi jembatan antara lembaga dan publik untuk menciptakan demokrasi yang sehat dan partisipatif,” pungkasnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta dari berbagai daerah, yang turut berdiskusi aktif untuk memperkuat strategi kehumasan di masing-masing daerah.