Bawaslu Gresik Ikuti Cangkrukan Demokrasi Bahas Pencegahan Disinformasi Pemilu di Media Sosial
|
Gresik, 21 April 2026 – Bawaslu Gresik turut ambil bagian dalam kegiatan Cangkrukan Demokrasi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Jawa Timur pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Pencegahan Disinformasi Pemilu Melalui Media Sosial” sebagai upaya memperkuat pengawasan partisipatif di era digital.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi santai namun substantif antara jajaran pengawas pemilu, pegiat media sosial, serta masyarakat umum. Dalam forum ini, peserta diajak memahami tantangan penyebaran informasi yang tidak akurat, hoaks, hingga manipulasi konten yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi.
Perwakilan Bawaslu Gresik menyampaikan bahwa disinformasi menjadi salah satu ancaman serius dalam penyelenggaraan pemilu modern. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana edukasi publik, kerap disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan dan memicu polarisasi.
“Pencegahan disinformasi tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi antara pengawas pemilu, masyarakat, serta pengguna media sosial agar ruang digital tetap sehat dan informatif,” ujar perwakilan Bawaslu Gresik dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan Cangkrukan Demokrasi ini, Bawaslu Jawa Timur juga mendorong peningkatan literasi digital masyarakat, khususnya dalam mengenali ciri-ciri informasi yang tidak valid. Selain itu, masyarakat diharapkan aktif melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya kembali.
Partisipasi Bawaslu Gresik dalam forum ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pengawasan serta membangun kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga integritas informasi dalam proses demokrasi.
Dengan adanya diskusi semacam ini, diharapkan upaya pencegahan disinformasi dapat berjalan lebih efektif, sehingga pelaksanaan pemilu ke depan dapat berlangsung secara jujur, adil, dan berkualitas.