Lompat ke isi utama

Berita

Diskusi Mingguan Bawaslu Gresik, Tingkatkan Profesionalitas Tenaga Keamanan dan Mekanisme Penanganan Pelanggaran

Diskusi mingguan

Bawaslu Gresik kembali menggelar diskusi mingguan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas internal kelembagaan. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan literasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) tenaga keamanan serta pemahaman terkait penanganan pelanggaran, dan diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Gresik, Rabu 17 Desember 2025.

Diskusi berlangsung di Kantor Bawaslu Gresik dengan suasana interaktif dan partisipatif. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk menyamakan persepsi, memperdalam pemahaman, serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur pendukung dalam menjalankan tugas pengawasan.

Dalam diskusi tersebut, dibahas secara mendalam peran strategis tenaga keamanan dalam mendukung kelancaran tugas Bawaslu, khususnya dalam menjaga ketertiban, keamanan kantor, serta pengamanan kegiatan dan dokumen penting lembaga.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan materi terkait mekanisme penanganan pelanggaran, mulai dari penerimaan laporan, pengkajian awal, hingga koordinasi lintas pihak.

Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Gresik, Andhika Wijaya, menyampaikan bahwa diskusi mingguan merupakan sarana efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu Gresik.

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap tupoksi serta prosedur penanganan pelanggaran akan berdampak langsung pada profesionalitas dan kinerja lembaga.

“Tenaga keamanan memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem pendukung pengawasan. Dengan literasi yang baik, diharapkan seluruh unsur di Bawaslu Gresik dapat bekerja selaras, memahami batas kewenangan, serta mendukung penanganan pelanggaran secara tepat dan terukur,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Gresik menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penguatan internal secara berkelanjutan, meskipun berada di luar tahapan pemilu.

Diskusi mingguan diharapkan dapat menjadi budaya kerja yang mendorong peningkatan kapasitas, koordinasi, dan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi dinamika tugas pengawasan ke depan.