Bawaslu Gresik Menghadiri Cangkrukan Demokrasi Seri 14 dengan Tema “Strategi Mengelola Krisis Kepercayaan Publik kepada Bawaslu dengan Data Informasi, dan Publikasi”
|
Bawaslu Gresik menghadiri kegiatan Cangkrukan Demokrasi Seri 14 yang diselenggarakan secara daring oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur pada Senin (20/10/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Strategi Mengelola Krisis Kepercayaan Publik kepada Bawaslu dengan Data Informasi, dan Publikasi” dan diikuti oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Forum diskusi ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Tanoyo (Anggota Bawaslu Nganjuk), Deni Mustopa (Anggota Bawaslu Kabupaten Mojokerto), Yusron Habibi (Anggota Bawaslu Ngawi), dan Fajar Dino (Anggota Bawaslu Pacitan). Diskusi dipandu oleh Enthis, staf Bawaslu Nganjuk.
Dalam kesempatan tersebut, Rusmifahrizal Rustam, Anggota Bawaslu Jatim, menyampaikan pentingnya pengelolaan data informasi dan publikasi dalam membangun kepercayaan publik.
“Melalui data informasi dan publikasi, Bawaslu dapat mencegah terjadinya krisis kepercayaan publik. Selain itu, strategi komunikasi dan data yang akurat semakin memperkuat citra lembaga yang profesional dan transparan,” ujarnya.
Sementara itu, Dwi Endah Prasetyowati, Anggota Bawaslu Jatim, menegaskan pentingnya kecepatan dan ketepatan data dalam merespons setiap potensi krisis kepercayaan publik.
“Krisis kepercayaan publik harus direspons dengan cepat dan akurat. Oleh karena itu, pengelolaan data dan informasi harus dilakukan dengan baik agar publik memperoleh pemahaman yang benar,” kata Dwi Endah.
Dalam pemaparan para narasumber, dibahas beragam sumber krisis kepercayaan publik terhadap Bawaslu, di antaranya yaitu Krisis akibat disinformasi, kurangnya transparansi, ketimpangan komunikasi publik, dan polarisasi opini masyarakat. Para narasumber sepakat bahwa krisis-krisis tersebut dapat dikelola dan diminimalkan melalui strategi komunikasi publik yang berbasis data informasi yang valid, serta pelaksanaan publikasi yang transparan.