Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Gresik Jadi Contoh Transformasi, A. Warits Dorong Birokrasi Tak Boleh Stagnan

A. Warits

Ketua Bawaslu Jawa Timur, A. Warits, menegaskan bahwa Bawaslu memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan persoalan politik, namun tetap berkomitmen menjaga demokrasi. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu bertema “Transformasi Bawaslu Gresik: Menuju Lembaga yang Modern, Adaptif, dan Informatif” yang digelar oleh Bawaslu Gresik di Hotel Aston Gresik, Kamis (25/9/2025).

“Tidak seluruh apa yang kita catat dan lihat bisa kita selesaikan dengan baik. Memang kita memiliki keterbatasan untuk menyelesaikan permasalahan politis, tetapi di Bawaslu akan selalu mencoba untuk menjaga demokrasi,” ujarnya

Ia menyoroti pentingnya mengurangi praktik politik uang dan intimidasi terhadap pemilih. Menurutnya, pemilih yang menentukan pilihannya dengan akal sehat adalah pilar demokrasi yang harus terus dijaga.

“Pemilih yang hanya sekadar menyoblos karena tekanan atau iming-iming, itu harus kita kurangi bahkan hilangkan di masa depan,” tegasnya.

Warits juga menjelaskan bahwa di Bawaslu Jawa Timur terdapat delapan bidang penguatan kelembagaan, termasuk modernisasi birokrasi. Menurutnya, tema transformasi yang diusung Bawaslu Gresik sangat relevan dengan kebutuhan birokrasi saat ini.

“Birokrasi kita tidak boleh stagnan. Di Gresik mengangkat tema transformasi, dan ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Jawa Timur,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meski jumlah staf di Bawaslu terbatas, semangat untuk mewujudkan lembaga yang modern, adaptif, dan informatif tetap harus dijaga.

“Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh komisioner Bawaslu harus mampu mendukung modernisasi birokrasi,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Warits mengajak seluruh tamu undangan untuk mendukung langkah Bawaslu Gresik.

“Karena Bawaslu Gresik sudah berstatus satker, sangat patut menjadi contoh bagi Bawaslu lain di Jawa Timur,” pungkasnya.