Bawaslu Gresik Hadiri Peluncuran Buku “Kebijakan Strategis dan Program Divisi Pencegahan dan Parmas” Bawaslu se-Jawa Timur
|
Gresik – Bawaslu Kabupaten Gresik menghadiri peluncuran buku berjudul “Kebijakan Strategis dan Program Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur” yang digelar secara daring pada Kamis (12/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono dan Lolly Suhenty, serta Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur Eka Rahmawati selaku Ketua Tim Penulis buku.
Dalam sambutannya, Eka Rahmawati menyampaikan bahwa penyusunan buku tersebut merupakan inisiatif pertama dari Bawaslu Jawa Timur sebagai bentuk pertanggungjawaban publik sekaligus upaya memperkuat praktik pencegahan dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Menurutnya, buku tersebut tidak disusun secara mendadak, melainkan merupakan hasil evaluasi dari berbagai program pencegahan dan partisipasi masyarakat yang telah dilaksanakan oleh Bawaslu Jawa Timur.
“Ini merupakan inisiatif pertama dari Bawaslu Jawa Timur sebagai salah satu ikhtiar pertanggungjawaban kepada publik. Penyusunannya melalui evaluasi berbagai program pencegahan dan parmas yang telah berjalan, termasuk melakukan analisis di berbagai daerah,” ujar Eka.
Ia menambahkan, penyusunan buku ini juga menjadi upaya mendorong praktik pengawasan yang lebih konsisten dan inovatif, tidak sekadar menjalankan kegiatan yang bersifat template.
“Kami ingin menghadirkan praktik yang konsisten. Jika sebelumnya kegiatan cenderung bersifat template, kali ini inovasi yang dikedepankan dengan menyusun draft kerja yang lebih terarah. Tentu masih banyak catatan yang bisa ditemukan saat membaca buku ini,” jelasnya.
Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono menilai judul buku tersebut mencerminkan refleksi kebijakan strategis yang akan menjadi pijakan pelaksanaan program pada tahun 2025.
“Kalau dilihat dari judulnya, kebijakan strategis ini merupakan refleksi dari berbagai program yang telah dilaksanakan dan menjadi pijakan ke depan,” ungkap Totok.
Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty menekankan pentingnya dokumentasi gagasan dan praktik pengawasan melalui tulisan.
Menurutnya, karya tulis menjadi sarana penting untuk menyebarkan pengalaman dan inspirasi dalam pengawasan pemilu.
“Ada tiga hal yang perlu diingat. Tulisan terbaik adalah tulisan yang berhasil tercetak, tulisan terbaik adalah yang bisa dibaca, dan tulisan terbaik adalah yang sudah selesai ditulis,” ujar Lolly.
Ia juga berharap buku tersebut dapat menghadirkan berbagai cerita inspiratif mengenai praktik pencegahan pengawasan pemilu dari daerah.
“Dalam tiga bulan ke depan, pimpinan Bawaslu RI akan mendapatkan banyak cerita inspiratif dari daerah. Dari situlah berbagai gagasan yang disampaikan bisa menemukan jalannya,” tambahnya.
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menegaskan bahwa buku tersebut disusun sebagai arah rencana kerja pengawasan yang selaras dengan visi dan misi Bawaslu.
“Buku ini disusun sebagai arah rencana kerja Bawaslu ke depan dan harus selaras dengan visi Bawaslu dalam memperkuat pengawasan pemilu yang lebih efektif,” tegas Bagja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan buku tersebut dapat menjadi referensi sekaligus panduan bagi Bawaslu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam memperkuat strategi pencegahan dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.