Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Gresik Hadiri Peer Learning Penguatan Kelembagaan Vol. 8 Bawaslu Jatim Terkait Akuntabilitas Keuangan

Zoom Bawaslu Jatim

Bawaslu Gresik mengikuti kegiatan Peer Learning Penguatan Kelembagaan Vol. 8 dengan tema “Akuntabilitas Keuangan” yang digelar secara daring oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Senin (13/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel.

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Rusmifahrizal Rustam, dalam arahannya menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan yang sesuai aturan dan tertib administrasi.

“Bagaimana mengelola uang yang diberikan sehingga tertib aturan dan administrasinya. Pertemuan ini penting, terutama untuk satker-satker baru agar siap dalam mengelola keuangan satkernya masing-masing. Sebagai lembaga negara yang dibiayai negara, setiap rupiah yang dikeluarkan wajib dipertanggungjawabkan,” tegas Rusmifahrizal.

Sementara itu, anggota Bawaslu Jatim lainnya, Dewita Hayu Shinta, menambahkan bahwa pengelolaan anggaran tidak hanya soal tanggung jawab, tetapi juga harus mencerminkan prinsip akuntabilitas.

“Pengelolaan anggaran tidak hanya harus responsible tapi juga accountable,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yusuf, Kepala Sekretariat Bawaslu Jatim, menyampaikan pentingnya sinergi antara perencanaan dan pengendalian dalam keberhasilan organisasi.

“Suksesnya suatu organisasi adalah hasil dari perencanaan yang mendalam dan pengendalian yang efektif, maka kendalikanlah apa yang telah direncanakan sebelumnya,” tutur Yusuf.

Kegiatan peer learning ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan melalui peningkatan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan, termasuk mendorong penerapan program digitalisasi SPJ, pelatihan verifikator, penguatan kendali internal, hingga audit mandiri di lingkungan Bawaslu kabupaten/kota.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Gresik bersama seluruh jajaran pengawas pemilu di Jawa Timur diharapkan dapat semakin siap dalam mewujudkan tata kelola keuangan lembaga yang profesional, efisien, dan bebas dari penyimpangan.