Achmad Nadhori: Pengawasan Pemilu Kunci Menjaga Keadilan Demokrasi
|
Gresik – Bawaslu Kabupaten Gresik menggelar perdana Tadarus Pengawasan dengan tema “Pengawasan adalah Penjaga Keadilan Demokrasi” yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu Gresik, Achmad Nadhori. Jumat, 24 Februari 2026.
Dalam pemaparannya, Nadhori menjelaskan bahwa pengawasan pemilu merupakan hal penting karena pemilu menjadi pintu masuk kekuasaan yang harus dijaga agar tidak disalahgunakan.
“Pemilu adalah pintu masuk kekuasaan. Karena itu, prosesnya harus diawasi agar berjalan jujur, adil, dan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia menambahkan, demokrasi tanpa pengawasan ibarat kompetisi tanpa wasit. Tanpa pengawas, tidak ada jaminan bahwa seluruh aturan dalam pemilu akan dipatuhi oleh semua pihak.
Menurutnya, Bawaslu memiliki peran penting sebagai penjaga proses demokrasi, penjaga keadilan agar suara rakyat tidak dicurangi, serta penjaga kepercayaan publik terhadap hasil pemilu.
Selain itu, Nadhori menegaskan bahwa tugas pengawasan juga memiliki landasan moral dan etika, yakni menjaga amanah dan menegakkan keadilan dalam setiap proses demokrasi.
“Pengawasan dilakukan bukan karena curiga, tetapi untuk menjaga amanah dan memastikan keadilan dalam pemilu,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa tanpa pengawasan yang kuat, legitimasi hasil pemilu dapat menurun dan berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.
Melalui kegiatan Tadarus Pengawasan ini, Bawaslu Gresik berharap nilai-nilai pengawasan semakin dipahami serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.